Selamat Datang di Open Journal System (OJS)

Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan.

JiTEKH, EDISI IV, VOL. 01, 2015 ISSN 2338-5667

Journal

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

08 hal 62-67 ahmad yani 08 hal 62-67 ahmad yani

Date added: 01/12/2016
Date modified: 01/12/2016
Filesize: 342.2 kB
Downloads: 0

Pembelajaran Sistem Kontrol Dengan Matlab

Ahmad Yani

Dosen Tetap Prgram Studi Teknik Elektro

Sekolah T|inggi Teknik Harapan

Yani.ahmad34@yahoo.com">Yani.ahmad34@yahoo.com

 

 

Abstrak

Pembelajaran Sistem Controller selama ini menggunakan metoda manual dengan perhitungan yang memakan waktu lama. Sistem MatLab yang dilengkapi dengan Control Toolbox, membantu untuk melihat rancangan respon berbagai kombinasi kombinasi dengan variasi input yang berbeda. Sistem MatLab ini sangat membantu merancang dalam menentukan kombinasi yaitu PID Controller untuk mendapatkan suatu sistem pengaturan yang benar dan tepat.

Kata Kunci: Kontrol, PID, Matlab,Aplikasi

 

Abstract

In Learning Sistem Controller design, designers used manual method to obtain the optimum result. However, this method needs more time and higher mathematics computation. MatLab sistem with Control Toolbox helps them to see response of the system, in many combination and input variety. This softeare is very helpful to determine which controller should choose, to get the simplest and best control system.

Keywords:Controler, PID, Matlab,Aplication

07 hal 54-61 Yuyun TI STTH 07 hal 54-61 Yuyun TI STTH

Date added: 01/12/2016
Date modified: 01/12/2016
Filesize: 357.84 kB
Downloads: 0

Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Untuk Prediksi Ketersediaan Obat (Studi Kasus : PT. Kimia Farma Medan)

 

Yuyun Dwi Lestari

Program Studi Teknik Informatika, STT-Harapan Medan

yuyun.dl@gmail.com

 

 

Abstrak

Penelitian ini menerapkan Jaringan Syaraf Tiruan untuk memprediksi ketersediaan obat. Penerapannya dilakukan dengan algoritma Backpropagation dimana data yang akan diinputkan dikelompokkan berdasarkan Stok Awal, Order dan Terjual. Kemudian dibentuk Jaringan Syaraf Tiruan dengan menentukan jumlah unit setiap lapisan. Setelah jaringan terbentuk dilakukan training dari data yang telah dikelompokkan tersebut. Pengujian dilakukan dengan arsitektur jaringan yang terdiri dari unit masukan, unit layar tersembunyi, unit kelurannya dan arsitektur jaringan 3-2-1, 3-3-1, 3-5-1, 3-9-1 dan 3-11-1. Hasil yang didapat dari pengujian tersebut adalah nilai performance dan epoch setiap arsitektur tidak sama. Hasil pengujiannya ditampilkan dalam bentuk grafik perbandingan nilai target dengan nilai pelatihan.

Kata kunci : Jaringan Syaraf Tiruan,Backpropagation, Prediksi, Performance, Epoch.

 

Abstract

 

This research was implementing the Artificial Neural Network to predict the stock of drug. The implementation does with Backpropagation method, which is the data qualified base on the influence in predicting the stock, order and sold. Than the Neural Network is transform by training the data that just have qualified. The training with network architecture based on input value, hidden layer unit, output unit, and network architecture 3-2-1, 3-3-1,3-5-1, 3-9-1 and 3-11-1 The result from training is performance and epoch is not equal. The final result from the training was displayed on comparison graphic of target result and training result.

Keyword: Artificial Neural Network, Backpropagation, Prediction, Performance, Epoch.

05 hal 36-42Ridho SI STTH 05 hal 36-42Ridho SI STTH

Date added: 01/12/2016
Date modified: 01/12/2016
Filesize: 418.79 kB
Downloads: 0

Implementasi Sistem Dokumentasi Jaringan Dengan

Menggunakan Netdot

 

Arif Ridho Lubis

Jurusan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknikk Harapan

Jalan HM. Joni No. 70, Medan , Indonesia

arifridholubis@gmail.com">arifridholubis@gmail.com

 

 

Abstrak

Jaringan Komputer dapat didefinisikan sebagai kumpulan beberapa computer yang terhubung ke dalam sebuah jaringan, baik jaringan Intranet maupun jaringan internet. Layaknya di dalam system lain di jaringan kompputer juga terdapat sebuah system dokumentasi jaringan yang mungkin jarang di gunakan oleh administrator jaringan dalam memantau jaringan. Sistem dan dokumentasi jaringan merupakan sebuah sub bagian dari akar dokumentasi pada bidang Teknologi Informasi. Sebuah sistem dokumentasi juga sangat diperlukan untuk menunjang kinerja yang lebih optimal pada penggunaan jaringan. Dengan adanya sistem dokumentasi jaringan, setipa akses yang digunakan melalui jaringan tersebut akan terekam di dalam record yang bermanfaat nantinya, baik dari perbaikan jaringan atau lainnya. Sistem dokumentasi jaringan ini dibangun pada sistem operasi open source dengan memanfaatkan Netdot sebagai toolnya pada Local Area Network.

Kata Kunci : Netdot, Computer Networking, Network Documentation, LAN

 

Abstract

Computer networks can be defined as a collection of several computers connected into a network, both Intranet and Internet networks. Just like in the other systems in the network kompputer there is also a system of network documentation that may be infrequently used by network administrators to monitor the network. System and network documentation is a sub-section of the root of the documentation in the field of Information Technology. A documentation system is also needed to support optimal performance on network usage. With a system of network documentation, which is used setipa access through the network will be recorded in the record useful later on, both from a network or other improvements. Network documentation system is built on the open source operating system by utilizing Netdot as toolnya on a Local Area Network.

Keywords: Netdot, Computer Networking, Network Documentation, LAN

04 hal 28-35 yulia SI STTH 04 hal 28-35 yulia SI STTH

Date added: 01/12/2016
Date modified: 01/12/2016
Filesize: 549.65 kB
Downloads: 0

Analisis Fungsi Algoritma C-Means

Dan Cluster Analysis (Variance)

 

Yulia Agustina Dalimunthe 1, Muhammad Zarlis 2, Marwan Ramli 3

1Staf Pengajar Sistem Informasi STT-Harapan

Yuliaagustina_dalimunthe@yahoo.co.id">Yuliaagustina_dalimunthe@yahoo.co.id

 

Abstrak

 

Pada system Fuzzy, membangkitkan fungsi keanggotaan Fuzzy merupakan bagian yang berperan penting dalam merepresentasikan masalah. Sedangkan untuk membangkitkan fungsi keanggotaan fuzzy otomatis sudah dilakukan penelitian terdahulu dengan menggunakan beberapa metode pendekatan namun masih terdapat kelemahan yaitu tidak bisa dipastikan jumlah cluster yang ideal. Untuk itu maka pada penelitian ini dilakukan membangkitkan fungsi keaggotaan fuzzy secara otomatis. Dengan menggunakan nilai variance di dalam agoritma dan juga meningkatkan nilai pangkat keanggotaan agar cluster yang didapatkan lebih ideal. Dan hasilnya dengan menggunakan nilai variance minimum di Fuzzy C-Means dengan nilai pangkat dinaikkan yaitu nilai pangkat dinaikkan yaitu dinilai tiga hasilnya didaptkan cluster ideal dengan penyebaran data yang lebih merata dan jumlah iterasi yang lebih singkat. .     

Kata Kunci : Fungsi Keanggotaan Fuzzy, Variance, Algoritma genetika.

 

Abstract

 

Generating membership function fuzzy for Fuzzy is the part that plays an important role in presenting papers.. Where as in generate the function fuzzy part automicly had been done by research using a few nearly methods but still find weakness in it that is can not be sure the etactly cluster. Because function of fuzzy parts automicly by using the variance values in algorithm and also to increase the value of the high cluster so it abtained more ideal. And the result by using the minimum variace values. In fuzzy c-means with ivereased values of the rank of the value of three, it is resulting the ideal cluster with spread more evenly and shorter iteration case.

Keywords: the function of fuzzy parts, variance, algorithm genetic.

03 hal 19-27 widiarti 03 hal 19-27 widiarti

Date added: 01/12/2016
Date modified: 01/12/2016
Filesize: 693.81 kB
Downloads: 0

Analisis Kinerja Algoritma Rabin Dan

Rivest Shamir Adleman ( RSA)

Pada Kriptografi

 

Widiarti Rista Maya1, Muhamad Zarlis2 dan Marwan Ramli3

1Staf Pengajar Teknik Komputer StmikTriguna Dharma

1widya_rmaya87@yahoo.com

 

 

Abstrak

 

Banyak peralatan-peralatan komunikasi yang digunakan sebagai alat pengiriman pesan yang berupa teks, dimana dalam pengiriman pesan yang paling utama adalah waktu dan keamanan yang efisien dibandingkan Dengan penyampaian pesan secara lisan.Pada penelitian ini penulis menggunakan Rabin dan RSA pada kriptografi untuk menganalisis kinerja dari masing–masing metode tersebut, sehingga seseorang dapat memilih Dengan tepat metode apa yang lebih baik digunakan untuk mengirimkan pesan. Hasilnya algoritma Rabin dan algoritma RSA selalu menghasilkan ukuran pesan yang lebih besar dari plaintext kemudian algoritma Rabin memiliki proses enkripsi dan dekripsi yang lebih lama dibandingkan Dengan algoritma RSA yang dapat dilihat pada ukuran file 610 byte proses enkripsi dan dekripsi pada Rabin membutuhkan waktu 2.016 milli detik dan 2.328 milli detik sedangkan pada proses enkripsi dan dekripsi pada RSA membutuhkan waktu 1.453 milli detik dan 1.125 milli detik. Dengan demikian Algoritma RSA lebih baik dibandingkan Dengan Algoritma Rabin.

Kata Kunci : algoritma, RSA,Rabin Miller , enkripsi, dekripsi

 

Abstract

 

Many communication equipment that is used as a tool in the form of text messaging, where the most important message delivery time and security is efficient compared to the oral delivery of messages.In this study the authors used Rabin and RSA cryptography to analyze the performance of each of these methods, so that one can choose precisely what better method is used to send a message.The result Rabin algorithm and RSA algorithm always produces a larger message size of the plaintext then Rabin algorithm has the encryption and decryption process is longer than the RSA algorithm which can be seen in the size of 610 bytes file encryption and decryption at Rabin takes 2,016 milli seconds and 2,328 milli seconds while in the process of encryption and decryption in the RSA takes 1,453 seconds and 1,125 milli milli seconds.Thus the RSA algorithm is better than the Rabin algorithm.

Key Word: Algorithm, RSA, Rabin Miller,encryption,decryption

Login Dosen