Selamat Datang di Open Journal System (OJS)

Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan.

JiTEKH, EDISI V, VOL. 02, 2016 ISSN 2338-5677

NEW

Journal

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

Segmentasi Citra Smear Serviks Dengan Metode Fuzzy Local Information Segmentasi Citra Smear Serviks Dengan Metode Fuzzy Local Information

Date added: 09/01/2010
Date modified: 04/12/2017
Filesize: 322.96 kB
Downloads: 0

Fitrah Maharani Humaira1, Chastine Fatichah2

1,2Program Studi teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

 

1humaira1124@yahoo.com, 2chastine@cs.its.ac.id  


Abstrak

Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Papanicolaou smear merupakan pemeriksaan secara mikroskopik dari jaringan serviks uteri yang dapat mendeteksi sel-sel kanker. Segmentasi sel ke dalam nukleus dan sitoplasma adalah tugas yang menantang karena citra uji pap smear biasanya memiliki masalah pewarnaan tidak konsisten, kontras yang buruk, dan sel-sel yang tumpang tindih. Pada paper ini diusulkan metode segmentasi citra smear serviks menggunakan Fuzzy Local Information C-Means (FLICM) sebagai segmentasi awal dan Radiating Gradient Vector Flow (RGVF) snake untuk mendapatkan kontur nukleus dan sitoplasma. FLICM dan RGVF snake ini robust terhadap berbagai tipe noise. Untuk mengevaluasi performa metode yang diusulkan, digunakan dataset Herlev yang terdiri dari 917 sampel. Kombinasi kedua metode mampu mensegmentasi citra smear serviks lebih akurat terutama area sitoplasma yang biasanya dianggap sebagai background. Metode yang diusulkan mencapai rata-rata ZSI sebesar 87.03% untuk segmentasi nukleus tanpa melalui median filtering dan sebesar 87.56% dengan tahapan median filtering. Untuk segmentasi sitoplasma, metode yang diusulkan mencapai rata-rata ZSI sebesar 84.84% tanpa melalui tahapan filtering dan sebesar 84.66% melalui tahapan filtering. Nilai rata-rata ZSI pada semua uji coba menunjukkan hasil lebih dari 70% sehingga dapat disimpulkan terdapat similaritas yang tinggi antara citra groundtruth dengan citra hasil segmentasi.

Kata Kunci: segmentasi citra, citra smear serviks, Fuzzy Local Information C-Means (FLICM), Radiating Gradient Vector Flow Snake (RGVF snake)

  

Abstract

Cervical cancer is caused by HPV (Human Papilloma Virus). Papanicolaou smear is a microscopic examination of tissue which can detect cervical cancer cells. Cell segmentation into the nucleus and cytoplasm is a challenging task for a pap smear test, images typically have inconsistent coloring problems, poor contrast, and touching cell. We propose method of cervical smear image segmentation using FLICM (Fuzzy C-Means Local Information) as initial segmentation and RGVF (Radiating Gradient Vector Flow) snake. FLICM and RGVF snake robust towards any type of noise. To evaluate the performance of the proposed method, we use Herlev dataset consisting of 917 samples. Combination of both methods can segment cell accurately the image of cervical smear cell especially cytoplasm areas. The result of proposed method using ZSI is 87.03% for the segmentation of nuclei without median filtering and 87.56% with median filtering. For cytoplasm segmentation, the proposed method achieved an average ZSI amounted to 84.84% without filtering and 84.66% through a filtering. The average value of ZSI in all trials show that results more than 70% so that it can be concluded that there is a high similarity between the groundtruth with the image segmentation results.

Keywords: Image segmentation, smear serviks image, Fuzzy Local Information C-Means (FLICM), Radiating Gradient Vector Flow Snake (RGVF snake).

Perbaikan Kinerja Routing Protokol The-Different Neighbour History Spray And Wait(DNH-SAW) Berdasarkan Performa Node Serta Destination Message History Pada Lingkungan Jaringan Delay Tolerant Networks Perbaikan Kinerja Routing Protokol The-Different Neighbour History Spray And Wait(DNH-SAW) Berdasarkan Performa Node Serta Destination Message History Pada Lingkungan Jaringan Delay Tolerant Networks

Date added: 09/01/2016
Date modified: 04/12/2017
Filesize: 259.89 kB
Downloads: 0

Tri Ramadani1, Waskitho Wibisono2

Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi,

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

tri.ramadhani2014@gmail.com1, waswib@gmail.com2

Abstrak

Jaringan Delay Tolerant Network(DTN) dikembangkan berdasarkan kondisi jaringan yang tidak menitikberatkan kepada end-to-end connection seperti jaringan pada umumnya. Setiap node pada lingkungan jaringan DTN berfungsi sebagai router dan memiliki storage yang digunakan untuk menyimpan pesan. Protokol routing pada DTN berfungsi kepada seberapa besar pesan yang bisa dikirimkan dari source node sampai kepada destination node. Protokol Spray and Wait(SaW) mengurangi overhead ratio yang dihasilkan dari protokol routing epidemic. Protokol The Different-Neighbour History Spray and Wait(DNH-SaW) melakukan modifikasi pada protokol routing SaW dengan menambahkan performa histori node yang ditemui dengan tujuan untuk mengatur jumlah banyaknya salinan pesan yang diberikan kepada node relay untuk diteruskan kepada destination node. Pada protokol routing DNH-SaW penentuan forward strategy message hanya terfokus pada jumlah node yang ditemui, akan tetapi mengabaikan faktor seberapa banyak frekuensi pertemuan di dalam histori serta kecepatan node. Dengan memperhatikan frekuensi pertemuan dan kecepatan node, memungkinkan fase spray berubah dan masuk ke tahap fase wait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh performa node dapat meningkatkan delivery ratio pengiriman pesan sebesar 10,83% dan penurunan terhadap latency pada protokol DNHSaWNew, tetapi memberikan efek yang jelek terhadap peningkatan overhead ratio yang dihasilkan.

 

Kata Kunci: Spray and Wait, The-Different History Neighbour History, Delay Tolerant Networks, Delivery Ratio, Overhead Ratio, Latency.

  

Abstract

Delay Tolerant Networks is developed based on intermittent network conditions. Each node serves as a router and have storage to store the messages. Protocol Spray and Wait (SAW) reducing overhead ratio resulting from routing protocol epidemic. The-Different Neighbour History Spray and Wait (DNH-SAW) make modifications from routing protocol performance history with adding nodes encountered with the aim of regulating the amount of the number of copies the messages given to relay nodes to be forwarded to the destination node. In the DNH-Saw routing protocols determine message forward strategy focused only on the number nodes encountered, but ignore the factor of how much the frequency of meetings in history as well as the speed of the node. The frequency of meetings and the speed of the node, enabling spray phase change and entered the stage of phase wait. The results showed that the effect of the performance of nodes can improve delivery of the message delivery ratio amounted to 10.83% and decreased the latency in protocols DNHSaWNew, but give bad effect to the increased overhead resulting ratio

 

Keywords: Delay Tolerant Networks, Spray and Wait, The-Different Neighbout History, Delivery Ratio, Overhead Ratio, Latency.

Penyelidikan Karakteristik Mekanik Tarik Komposit Penyelidikan Karakteristik Mekanik Tarik Komposit

Date added: 09/01/2016
Date modified: 04/12/2017
Filesize: 394.84 kB
Downloads: 0

Fadly A. Kurniawan Nasution

1Staff Pengajar Jurusan Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknik Harapan, Medan

Fadly_ahmad@gmx.com

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai tegangan, regangan dan modulus elastisitas dari spesimen komposit serbuk kasar kenaf dengan komposisi 90% Resin – 10% Serbuk, 80% Resin – 20% Serbuk dan 70% Resin – 30% Serbuk. Adapun nilai yang di dapat dari hasil pengujian tarik dari spesimen uji ini adalah untuk serbuk kasar 24,151 MPa, , regangan rata-rata serbuk kasar 2,533 MPa, modulus elastisitas sebesar 970,53MPa terhadap kekuatan uji tarik. Metode penelitian ini dilakukan di Laboratorium IFRC (Impact and Facture Research Center) Departemen Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara. Komposit dibuat dengan menggunakan resin sebagai pengikat matriknya dan kenaf sebagai penguatnya. Variasi bahan adalah serbuk halus dan kasar 10%, 20% dan 30% resin 90%, 80% dan 70%. Spesimen di buat dengan metode   paling sederhana (hand lay up). Selanjutnya komposit dibiarkan selama kurang lebih 24 jam agar hasilnya sesuai dengan yang di inginkan. Kemudian dilakukan proses pengujian tarik. Penelitiannya adalah spesimen yang telah diberi berbeda variasi diuji dengan mesin Uji Tarik. Hasil pengujian didapat kurva beban pertambahan panjang. Kemudian diperoleh hasil pada grafik untuk setiap spesimen.Luasan area ini adalah perbandingan dari tiap spesimen. Kemudian memperoleh hasil dengan luas area patah pada spesimen.

Kata kunci: Komposit serbuk Kenaf, Tegangan, Regangan, Modulus Elastisitas, Hand lay up.

 

Abstract

 The purpose of this study is to obtain the value of stress, strain and modulus of elasticity of composite specimens kenaf coarse powder with a composition of 90% Resin - 10% powder, 80% Resin - 20% and 70% Resin Powder - 30% powder. The value obtained from the test results of the tensile test specimen is to coarse powder 24.151 MPa, the average strain coarse powder 2.533 MPa, the modulus of elasticity of 970,53MPa to the strength of the tensile test. The research method was conducted in the Laboratory IFRC (Impact and Facture Research Center) Department of Mechanical Engineering University of North Sumatra. Composites made using resin as a binder matrix and kenaf as reinforcements. Variations material is fine powder and coarse 10%, 20% and 30% resin 90%, 80% and 70%. Specimens made with the simplest method (hand lay up). Furthermore, the composite was left for approximately 24 hours for results in accordance with desired. Then do a tensile testing process. His research is a specimen that has been given a different variation of the engine tested Tensile Test. The test results obtained load curve the length. Then the results obtained on the graph for each specimen. The extent of this area is the comarison of each specimen. Then get results with a broken area of ??the specimen.

Keywords: Composites powder Kenaf, Stress, Strain, Modulus of Elasticity, Hand lay-up.

 

Pengenalan Angka pada Meter Air PDAM Menggunakan Customisasi Template pada Algoritma Template Matching Correlation Pengenalan Angka pada Meter Air PDAM Menggunakan Customisasi Template pada Algoritma Template Matching Correlation

Date added: 09/01/2016
Date modified: 04/12/2017
Filesize: 282.31 kB
Downloads: 0

Alif Akbar Fitrawan1, Nanik Suciati2, Arya Yudhi Wijaya3

1,2,3Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh November

1alief.ring3@gmail.com, 2nanik@if.its.ac.id, 3arya@cs.its.ac.id

 

Abstrak

Kegiatan pengukuran meter air PDAM setiap bulannya dilakukan oleh petugas PDAM. Hasil dari pengukuran ini digunakan sebagai acuan untuk tagihan yang harus dibayarkan oleh pelanggan. Seringkali Pelanggan mengeluh dengan biaya tagihan air yang tidak sesuai dengan angka yang tertera pada meter air PDAM. Salah satu penyebabnya adalah proses pembacaan meter air yang dilakukan secara manual, sehingga memungkinkan terjadi kesalahan pencatatan angka pemakaian meter air pelanggan. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu solusinya dengan mengembangkan aplikasi yang dapat mengenali karakter angka pada citra meter air PDAM secara otomatis. Karakteristik hasil citra meter air yang diambil dengan smartphone petugas seringkali kabur, pencampuran objek dengan background yang menggangu. Data input seperti ini sangat sulit diintepretasikan untuk proses pengenalan karakter. Untuk proses pengenalan angka menggunakan metode template matching correlation dengan customisasi template. Hal ini dilakukan karena template matching membutuhkan data referensi atau basis data yang banyak untuk mendapatkan hasil yang optimal. Metode yang diusulkan memiliki tingkat hasil pengenalan sebesar 93,75 %.

 

Kata Kunci: template matching correlation, citra meter air pdam

  

Abstract

Water meter reading activities each month conducted by officers taps. The results of these measurements are used as a reference for the invoice to be paid by the customer. Customers often complain with water fees that do not correspond to the numbers on the water meter taps. One reason is the water meter reading process is done manually, allowing the recording error occurred customer water meter usage figures. To overcome this problem, one solution is to develop applications that can recognize the characters in the image number PDAM water meters automatically. Characteristics results water meter image taken with smartphone officers often blurred, blending with the background objects that interfere. Data input like this are very difficult to interpret the character recognition process. For the introduction of number using template matching methods correlation with template customization. This is done because the template matching requires a reference data or databases that many to get optimal results. The proposed method result has recognition rate of 93.75%.

Keywords:template matching correlation, water meter reading

Penerapan Algoritma Genetika Pada Permasalahan N-Queen Penerapan Algoritma Genetika Pada Permasalahan N-Queen

Date added: 09/01/2016
Date modified: 04/12/2017
Filesize: 321.58 kB
Downloads: 0

1Dedy Arisandi, 2Syahril Efendi, 3M. Rizki Ramadhan

123Program Studi S1 Teknologi Informasi

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Universitas Sumatera Utara

1dedyarisandi@usu.ac.id,2syahrilefendi@usu.ac.id">syahrilefendi@usu.ac.id,3starkiki14@yahoo.com">starkiki14@yahoo.com

 

Abstrak

Masalah N-Queen merupakan sebuah problem klasik yang bertujuan untuk mencari posisi queen dalam papan catur sehingga tidak saling bertabrakan.Algoritma genetika dapat memberikan solusi untuk masalah ini. Dalam memecahkan masalah N-Queen menggunakan algoritma genetika, pemilihan parent sangat penting untuk diperhatikan agar proses pencarian solusi pada setiap iterasi menjadi lebih efektif dan efisien. Dalam penelitian ini, metode tournament selection dipilih sebagai metode seleksi parent pada algoritma genetika yang diimplementasikan ke dalam pencarian solusi masalah N-Queen.Aplikasi yang dihasilkan dapat menemukan variasi solusi pemecahan masalah N-Queen yang berbeda serta variasi jumlah mutasi yang dihasilkan untuk solusi yang samadari konfigurasi permasalahan yang ada. Konfigurasi permasalahan seperti jumlah queen, jumlah individu serta nilai persentase mutasi dapat berubah sesuai dengan input yang diberikan pengguna.

Kata kunci: Algortima genetika, Masalah N-Queen, metode tournament selection

Abstract

N-Queen problem is a classic problem that aims to find the position of queen in a chess board so it does not collide with each other.Genetic algorithms can provide a solution to this problem. In solving the N-Queen problem using genetic algorithms, parent selection is very important to note for the process of finding solutions at each iteration to be more effective and efficient. In this study, the tournament selection method chosen as a selection method parent genetic algorithm implemented in the search for solutions to the N- Queen problems.The resulting applications can be found variations troubleshooters N-Queen different and vary the number of mutations generated for the same solution of the configuration of the existing problems. Configuration issues such as the number of queen, the number of individuals as well as the percentage of mutations can change according to user input.

 

Keyword : Genetic algorithm, N-Queen problem, tournament selection method

Login Dosen