Selamat Datang di Open Journal System (OJS)

Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan.

JiTEKH, EDISI II, VOL. 01, 2013 ISSN 2338-5667

harapan 2

Journal

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

Simulasi Energi Pada Sistem Pegas Secara Komputasi  Numerik Menggunakan Matlab Simulasi Energi Pada Sistem Pegas Secara Komputasi Numerik Menggunakan Matlab

Date added: 02/05/2014
Date modified: 02/05/2014
Filesize: 360.78 kB
Downloads: 0

Syahwin
Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Islam Sumatera Utara
syahwin63@yahoo.com

 

Abstrak
Telah dilakukan pembuatan simulasi energi pada sistem pegas secara komputasi dengan metode numerik Euler yang bertujuan untuk mengetahui nilai energi yang ada pada sistem pegas. Pembuatan simulasi dimulai dengan tahap membuat algoritma, flowchart dan program menggunakan bahasa pemrograman Matlab. Data yang digunakan sebagai berikut jumlah perulangan = 1000, konstanta pegas = 1 Nm-1, massa benda = 1 Kg, h = 0,01, x = 1 m, v0 = 0 ms-1, dan t0 = 0 detik. Hasil simulasi menunjukkan nilai energi potensial berbalikan dengan nilai energi kinetik. Saat energi potensial maksimum maka energi kinetiknya minimum dan sebaliknya dan energi mekanik sistem pegas merupakan jumlah dari energi potensial dan energi kinetik.


Kata kunci : energi, Euler

 

Abstract

Energy simulation has been made on the spring system in computing the Euler numerical method which aims to determine the value of the energy in the spring system. Making the simulation begins with a stage making algorithm, flowchart and program using Matlab programming language. The data used in the as follow iteration number = 1000, spring constant = 1 Nm-1, body mass = 1 kg, h = 0.01, x = 1 m, v0 = 0 ms-1, and t0 = 0 sec. Simulation results show the value of the potential energy is contrary to the value of kinetic energy. When the maximum potential energy minimum kinetic energy and mechanical energy and vice versa spring system is the sum of potential energy and kinetic energy.


Keywords: energy, Euler

 

Perancangan Antena Mikrostrip Patch Segiempat Dengan Pencatuan Langsung (Feed Line) Untuk Frekuensi 2,4 GHz Perancangan Antena Mikrostrip Patch Segiempat Dengan Pencatuan Langsung (Feed Line) Untuk Frekuensi 2,4 GHz

Date added: 02/05/2014
Date modified: 02/05/2014
Filesize: 338.55 kB
Downloads: 0

Ali Hanafiah Rambe
Staf Pengajar Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik USU


Abstrak

Antena mikrostrip merupakan jenis antena yang low profile, ringan dan mudah diintegrasikan dengan sistem lainnya. Salah satu aplikasi radio yang sistem antenanya dapat menggunakan antena mikrostrip adalah komunikasi broadband pada frekuensi 2,4 GHz. Tulisan ini membahas sebuah rancangan antena mikrostrip patch segiempat dengan pencatuan langsung (feed line) yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Perancangan dilakukan dengan bantuan simulator AWR. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rancangan ini mampu menghasilkan bandwidth sebesar 62,1 MHz pada VSWR ? 2 dan gain yang dicapai sekitar 6 dB.


Kata kunci : mikrostrip, patch segiempat, feed line.

 

 


Abstract

Microstrip antenna is a kind of antenna that low profile, lightweight and easily integrated with other systems. One application of the radio system that can use microstrip antenna is a broadband communications system at a frequency of 2.4 GHz. This paper discusses a design of rectangular patch microstrip antenna with excited directly (feed line) that works at a frequency of 2.4 GHz. The design is done with the use of AWR simulator. The simulation result shows that this design is able to produce a bandwidth of 62.1 MHz at VSWR ? 2 and gain is achieved approximately 6 dB.


Key words : microstrip, rectangular patch, feed line.

Pengukuran  Produktivitas  Relatif  Menggunakan  Pendekatan  Data  Envelopment  Analysis  (Dea) Pengukuran Produktivitas Relatif Menggunakan Pendekatan Data Envelopment Analysis (Dea)

Date added: 02/05/2014
Date modified: 02/05/2014
Filesize: 194.01 kB
Downloads: 0

Eddy Koto
Jurusan Teknik Industri, STT-Harapan Medan
Jl. H. M. Joni No. 70 Medan
Email: eddyeko@yahoo.com

 

Abstrak

DEA adalah suatu metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi produktivitas dari suatu unit pengambilan keputusan (unit kerja) yang bertanggung jawab menggunakan sejumlah input untuk memperoleh suatu output yang ditargetkan. Dalam tulisan ini DEA digunakan untuk mengukur  produktivitas dari suatu unit kerja relatif  terhadap unit kerja lainnya, kemudian dievaluasi sehingga dapat dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan produktivitas khususnya bagi unit kerja yang inefisien.


Kata Kunci: Data Envelopment Analysis (DEA), produktivitas relatif.

 

 

Abstract

DEA is a methodology used to evaluate the productivity of a decision-making unit (unit of work) that is responsible for using a number of inputs to obtain a targeted output. In this paper, DEA is used to measure the productivity of a unit of work relative to other work units, so it can be done then evaluated efforts to increase labor productivity, especially for inefficient units.
Keywords: Data Envelopment Analysis (DEA), relative productivity.

Penggunaan Sel Surya Sebagai Penerangan Rumah Penggunaan Sel Surya Sebagai Penerangan Rumah

Date added: 02/05/2014
Date modified: 02/05/2014
Filesize: 147.52 kB
Downloads: 0

Ahmad Yani
Staf Pengajar Teknik Elektro STT-Harapan
yani.ahmad34@yahoo.com


Abstrak

Solar sel adalah sebuah alat yang bersifat fotovoltaik. Maksudnya adalah pengubahan cahaya menjadi tegangan. Sebuah solar sel merupakan bentuk hamparan semikonduktor yang dapat menyerap photon dari sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Baterai digunakan sebagai tempat penyimpanan energi matahari yang berlebih pada saat cahaya matahari maksimum ataupun pada saat temperatur pada ruangan sudah tercapai. Sehingga energi matahari dapat sepenuhnya disimpan kedalam baterai.
Batteray Charger Regulator (BCR) merupakan alat yang berfungsi mengatur lalu lintas listrik dari panel surya menuju baterai dan beban.  Inverter itu sendiri adalah converter DC ke AC yang berfungsi mengubah tegangan input DC menjadi tegangan output AC yang simetris sesuai dengan magnitude dan frekuensi yang diinginkan.  Sistem instalasi listrik tenaga surya adalah sebuah sistem yang menggunakan energi surya sebagai sumber energinya. Instalasi listrik tenaga surya tidak jauh berbeda dengan instalasi listrik tegangan rendah. Perbedaannya hanya pada peralatan pendukungnya. Peralatan pendukung pembangkit listrik tenaga surya meliputi panel surya, BCR, baterai dan inverter.


Kata Kunci : Tenaga Surya, BCR, baterai , inverter.

 


Abstract

Solar cell is a device that is photovoltaic . That is the conversion of light into a voltage . A solar cell is a semiconductor stretch of form that can absorb photons from sunlight and convert it into electricity . Batteries are used as a storage of excess solar energy during maximum sunlight or when the temperature in the room has been reached . So that solar energy can be fully stored into the battery .
Batteray Charger Regulator ( BCR ) is a tool that serves to regulate the traffic of electricity from the solar panel to the battery and the load . The inverter itself is a DC to AC converter which serves to change the DC input voltage into AC output voltage in accordance with the magnitude and symmetrical desired frequency . Installation of solar power system is a system that uses solar energy as its energy source . Installing solar power is not much different from the low voltage electrical installations . The only difference is the supporting equipment . Support equipment includes solar power generation solar panels , BCR , battery and inverter .


Keywords : Solar, BCR , battery , inverter.

Pengaruh Masukan Panas Terhadap Sifat Mekanis Sambungan Las Baja Karbon R Pengaruh Masukan Panas Terhadap Sifat Mekanis Sambungan Las Baja Karbon R

Date added: 02/05/2014
Date modified: 02/05/2014
Filesize: 300.52 kB
Downloads: 0

Ahmad Bakhori
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU,
ahmadbakhorinas@yahoo.co.id

 

Abstrak

Tujuan penelitian adalah menganalisa hasil pengelasan Industri kecil dan menengah di kota Medan terhadap pengelasan Baja Karbon rendah yang diguanakan pada konstruksi Beca Bermotor, pagar rumah dan lain-lain.  Untuk mengetahui nilai kekuatan tarik sambungan las pada pelat baja karbon rendah dilakukan dengan mesin uji tarik universal, untuk proses penelitian ini sebelumnya plat tersebut dilas dengan memvariasikan  kuat arus pengelasannya, (60, 80, 100 dan 120) Ampere, Tegangan 20 Volt, jenis kawat las memakai E6013 pelat yang digunakan Low Carbon dengan ketebalan 5 mm, posisi pengelasan secara Flat dengan sudut kawat saat pengelasan 600-700, Dari kegiatan penelitian ini penulis memperoleh kesimpulan kekuatan tarik terbesar adalah pengelasan kuat arus 120 Ampere yaitu 438.80 MPa, kekuatan tarik terkecil pengelasan kuat arus 60 Ampere yaitu 160.62 Mpa, regangan terbesar pengelasan kuat arus 100 Ampere yaitu 4.13 %, regangan terkecil pengelasan kuat arus 60 Ampere yaitu 1.25 %, arus ditingkatkan sambungan pengelasan semakin getas, sambungan pengelasan ulet yaitu pengelasan kuat arus 80 Ampere, semakin tinggi kuat arus pengelasan cairan elektroda yang membeku semakin keras, kuat arus pengelasan mempengaruhi sifat mekanik sambungan pengelasan, kuat arus 120 Ampere memiliki kemampuan meresap lebih dalam ke dalam spesimen daripada kuat arus 60 Ampere, kekuatan tarik spesimen Standart atau asli lebih kuat dari pada disambung dengan pengelasan menggunakan kawat las E6013.


Kata kunci : Pengelasan, E6013, pelat, uji tarik.

 

 

Abstract

The purpose of the study was to analyze the results of the welding of small and medium industry in the city of Medan on low carbon steel welding is primarily used in the construction of motor Beca , fence and others. To determine the value of the tensile strength of welded joints in low carbon steel plate made with a universal tensile testing machine , for this research process before the plates are welded by varying the welding current strength , ( 60 , 80 , 100 and 120 ) Amperes , Voltage 20 Volts , the type of wire E6013 welding wear plates are used Low Carbon with a thickness of 5 mm , welding in flat position at an angle of 600-700 while welding wire , the authors of this research the conclusion is the greatest tensile strength welding current of 120 amperes is 438.80 MPa , tensile strength smallest welding 60 Ampere current strength is 160.62 MPa , the biggest strain welding current of 100 amperes is 4:13 % , the smallest strain welding current of 60 amperes is 1:25 % , improved flow of welding connection is getting brittle , ductile weld connection is welding current of 80 amperes , the higher the stronger welding current electrode liquid that freezes the harder , stronger welding current affects the mechanical properties of the welding connection , a strong flow of 120 Ampere has the ability to seep deeper into the specimen powerful than current 60 Ampere , Standart or specimen tensile strength is stronger than the original spliced by welding using E6013 welding wire.


Keywords: Welding , E6013 , plates , tensile test .

Login Dosen