Selamat Datang di Open Journal System (OJS)

Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan.

JiTEKH, EDISI II, VOL. 02, 2013 ISSN 2338-5667

Journal

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

Sistem Pentanahan Pada Distribusi Tenaga Listrik 20 KV Sistem Pentanahan Pada Distribusi Tenaga Listrik 20 KV

Date added: 08/27/2014
Date modified: 08/27/2014
Filesize: 110.89 kB
Downloads: 0

Ahmad Yani
Staf Pengajar Teknik Elektro STT-Harapan
Yani.ahmad34@yahoo.com

 

Abstrak

Sampai kira-kira 1910,sistem-sistem tenaga listrik tidak diketanahkan. Hal itu dapat dimengerti karena pada waktu itu sistem-sistem tenaga listrik masih kecil jadi bila ada gangguan fasa ke tanah arus gangguan masih kecil, dan biasanya masih kurang dari 5 Ampere. Pada umumnya bila arus gangguan itu sebesar 5 Ampere atau lebih kecil, busur listrik yang timbul pada kontak-kontak antara kawat yang terganggu dan tanah masih dapat padam sendiri. Tetapi sistem-sistem tenaga itu makin lama makin besar baik panjangnya maupun tegangannya. Dengan demikian arus yang timbul bila terjadi gangguan tanah makin besar dan busur listrik itu tidak dapat lagi padam sendiri.Oleh karena itu mulai tahun 1910-an pada saat mana sistem-sistem tenaga relatif mulai besar, titik netral sistem itu diketanahkan melalui tahanan atau reaktansi.         
Kata Kunci : Pentanahan, Netral, Tahanan, Reaktansi.

 

Abstract

Until about 1910, the power systems are not diketanahkan. That is understandable because at that time the electric power systems is still small so if there is an interruption phase to ground fault current is still small, and usually still less than 5 Amperes. In general, if the fault current of 5 amperes or less, resulting in an electric arc contacts between the wire and the disturbed soil can still be extinguished itself. But the power systems increasingly large both in length and voltage. Thus the currents that arise when there is greater soil disturbance and the electric arc no longer extinguished sendiri.Oleh because it began in the 1910s at which time the relative power systems began to grow, the system neutral point diketanahkan through custody or reactance.
Keywords: Grounding, Neutral, Prisoner, reactance.

Reduksi Harmonisa Pada Penyearah Satu Fasa Full Bridge Dengan Filter Pasif RLC Reduksi Harmonisa Pada Penyearah Satu Fasa Full Bridge Dengan Filter Pasif RLC

Date added: 08/27/2014
Date modified: 08/27/2014
Filesize: 700.84 kB
Downloads: 0

Yahya Tarjan Ginting 1, Usman Baafai 2, Marwan Ramli 3
1) PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) BICT, Jalan Raya Gabion Belawan – Medan
email : ginting1972@yahoo.com
2) Teknik Elektro, Universitas Sumatra Utara, Jl. Tri Darma Gedung T3 USU Medan
email : ubaafai@yahoo.com
3) Jurusan Matematika, Fak. MIPA, Universitas Syah Kuala, Darussalam, Banda Aceh
email : marwan301@yahoo.com

 

Abstrak

Penyearah yang berkualitas semakin tinggi penggunaannya, seiring dengan semakin banyaknya penggunaan peralatan elektronika dengan sumber daya DC satu fasa. Penggunaan penyearah satu fasa berkualitas tinggi menyebabkan distorsi harmonisa arus pada saluran daya listrik bila penyearah satu fasa tersebut dipasang, terutama pemasangan dalam jumlah besar. Harmonisa yang timbul  pada saluran dapat mengakibatkan kerusakan peralatan elektronika dan dapat mengganggu kerja peralatan listrik yang terhubung pada saluran tersebut. Agar arus harmonisa yang timbul harus sesuai dengan Standar IEC-1000-3-2 atau EN-61000-3-2, maka harmonisa harus direduksi. Salah satu cara mereduksi harmonisa, dapat  digunakan filter pasif RLC dengan teknik bandpass filter yang dipasang pada sisi AC penyearah.  Dengan frekuensi fundamental 50 Hz sebagai frekuensi centre, filter tersebut hanya melewatkan arus pada frekuensi fundamental dan tidak melewatkan arus diluar band frekuensi yang telah diset. Filter ini memiliki peredaman harmonisa sampai dengan  99,33% dan mampu memfilter arus harmonisa dari THD  300% menjadi 2%.
Kata-kata kunci : penyearah, harmonisa, filter pasif RLC, dan bandpass filter

 

Abstract

Higher quality rectifier use, as more and more use of electronic equipment with single phase DC power source. The use of high quality single phase rectifier causing current harmonic distortion in the power line when the single-phase rectifier installed, especially fitting in bulk. Harmonics that occur in the channel could result in damage to electronic equipment can interfere with work and electrical equipment connected to the channel. In order harmonic currents that arise shall be in accordance with Standard IEC-1000-3-2 or EN-61000-3-2, then the harmonics to be reduced. One way to reduce harmonics, passive filters can be used with techniques RLC bandpass filter installed on the AC side of the rectifier. With a fundamental frequency of 50 Hz as the center frequency, the filter only pass current at the fundamental frequency and do not miss the current frequency band beyond that have been set. This filter has a damping harmonics up to 99.33 % and is able to filter harmonic currents of THD 300 % to 2 % .
Keywords : rectifier, harmonics, passive RLC filters, and bandpass filters

Perencanaan Mesin Pendingin Untuk Penyimpanan Bahan Makanan Di Atas Kapal Perencanaan Mesin Pendingin Untuk Penyimpanan Bahan Makanan Di Atas Kapal

Date added: 08/27/2014
Date modified: 08/27/2014
Filesize: 343.42 kB
Downloads: 0

Amirsyam Nasution
Dosen KOPERTIS dpk. Universitas Medan Area
E-mail: a_rief_nst@yahoo.com

 

Abstrak     
Dalam suatu pelayaran masalah persediaan bahan makanan diatas kapal adalah sangat penting, karena bahan makanan adalah kebutuhan yang sangat diperlukan bagi awak kapal untuk menjaga agar kondisi dan stamina para awak kapal tetap prima. Penyimpanan bahan makanan diatas kapal haruslah mendapatkan perhatian yang khusus, karena jika persediaan bahan makanan tidak mencukupi atau menjadi rusak pada saat kapal berlayar maka akan menjadi masalah yang dapat merugikan bagi para awak kapal dan perusahaannya. Dari hasil perhitungan, maka diketahui hasil dari beban pendinginan pada keempat ruangan pendingin yang dikondisikan temperaturnya dengan beban pendinginan untuk bahan makanan yang diawetkan sebanyak 60% dari luas ruangan. Maka diketahui jumlah beban pendingin yang diserap dari keempat ruangan sebesar 40,498073  kW, dengan kapasitas refrigerant sebesar 11,51 TOR, kondensor dengan temperatur kondensasi 40 0C serta evaporator dengan temperatur evaporasi -15 0C.
Kata Kunci : Beban Pendingin, Mesin Pendingin, Refrigerant, Temperatur.

 

Abstract

In a matter of shipping food supplies on board is very important , because the foodstuff is an indispensable requirement for the crew to keep the condition and stamina of the crew still excellent . Storage of food on board should get special attention , because if the food supply is insufficient or become damaged at the time of sailing ships it will be a problem that can be detrimental to the ship and its crew . From the calculation , it is known that the results of the cooling load on the fourth cooling conditioned room cooling load temperature with a food that is preserved for as much as 60 % of the area of the room . It is known that the amount of cooling load is absorbed from the fourth room of 40.498073 kW , with a capacity of 11.51 TOR refrigerant , condenser with condensing temperature of 40 0C and the evaporator with the evaporation temperature of -15 0C .
Keywords : Cost of Cooling , Engine Cooling , Refrigerant , temperature.

Pengujian Pengaruh Variasi Putaran Mesin Pengupas Pinang Terhadap  Kualitas Dan Kapasitas Pengujian Pengaruh Variasi Putaran Mesin Pengupas Pinang Terhadap Kualitas Dan Kapasitas

Date added: 08/27/2014
Date modified: 08/27/2014
Filesize: 263.52 kB
Downloads: 0

Abdul Basir
(Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan)
E-mail: abdul.19571021@polmed.ac.id

 

Abstract

Peeling the areca palm skin up to the present time is benig many done in traditional namely it is by peeling the skin of areca palm manually and using other instrument whitch it is considered to be able to do the peeling. To peel in large quantity by doing the above way is difficult to do. Peeling the areca palm skin by using machine is a solution to solt it. To produce the peeling of areca palm skin in high quality is determined by some factor, they are : the system of peeler knife, the speed of peeling witch is operated by the spinning at the catalys axle, and the condition of areca palm itself, moist or dry. The execution of testing to the machine is by doing the test of three variation of spinning, they are : spinning in 2175 (rpm), 1450 (rpm), 1088 (rpm) at the catalyst axle of peeler knife towards two kinds of areca palm condition, the moist one or the dry one. Then the outcome of the peeling is the peeling quality in good peeled, breaking into pieces and not to be peeled. Thus, it can be concluded that more the spinning work so more the outcome of capacity and olso moro the possibility of nut breaks or flaw. The machine ability to peel the dry areca palam has a bigger production capacity than the moist one, but the moist one has a heavier mass. The effect of the condition of areca palam nut to the quality and the production capacity is the performance of areca palm peeler machine produce a better efficiency when peeling the dry areca palm and by the higly spinning.
Keywords:  spinning at the catalyst  axle, the peeling of areca palm, capacity, quality

Pemanfaatan Metode Rough Set Sebagai Alat Bantu Analisis Untuk Memprediksi Kinerja Dosen Analisis Perbandingan Harmonisa Arus Penggerak Motor Arus Searah Yang Dicatu Penyearah Terkendali Satu Fasa Dan Penyearah Modulasi Lebar Pulsa Pemanfaatan Metode Rough Set Sebagai Alat Bantu Analisis Untuk Memprediksi Kinerja Dosen Analisis Perbandingan Harmonisa Arus Penggerak Motor Arus Searah Yang Dicatu Penyearah Terkendali Satu Fasa Dan Penyearah Modulasi Lebar Pulsa

Date added: 08/27/2014
Date modified: 08/27/2014
Filesize: 658.53 kB
Downloads: 0

Silmi1, Roket Angkasa2
Politeknik Negeri Medan
email : silmiadnanlubis@gmail.com

 

Abstrak

Pengaturan kecepatan dan torsi pada motor arus searah (MDC) dapat menggunakan penyearah terkendali satu fasa maupun teknik PWM (Pulse Width Modulation). Pada  Penyearah terkendali pengaturannya menggunakan tiristor (SCR) dengan memberikan sinyal gate pada sudut penyalaan ? tertentu. Dengan Kendali sudut fasa  akan berdampak pada pergeseran sudut harmonisa arus dengan tegangan terpasang. Harmonisa arus dapat dieleminir dengan  menggunakan penapis (filter) pasip ataupun penapis aktip, tetapi kedua penapis ini mempunyai kerugian yaitu memerlukan material dan rangkaian tambahan serta biaya. Kerugian yang disebabkan kedua metode ini dapat diatasi dengan menggunakan penyearah modulasi lebar pulsa (PWM).  Dalam penyearah PWM,  saklar-saklar konverter akan ON dan OFF beberapa kali dalam setengah siklus. Tegangan keluaran dikendalikan dengan mengubah lebar pulsa-pulsa. Harmonisa orde paling rendah dapat dieliminir dengan memilih jumlah pulsa per setengah siklus. Dengan merubah-rubah besarnya  duty cycle pulsa inilah yang menentukan kecepatan motor. Besarnya amplitudo dan frekuensi pulsa tetap, sedangkan besarnya duty cycle berubah-ubah sesuai dengan kecepatan yang diinginkan. Dari perbandingan hasil simulasi bahwa THD semakin kecil dalam penyearah PWM. Untuk tegangan keluaran 7 volt, THD dalam penyearah terkendali 31%, sedangkan dalam penyearah PWM 4,71% dan bentuk  gelombang arus masukannya mendekati gelombang sinus.
Kata kunci  : PWM, SPWM, MDC, harmonisa, simulasi.

 

Abstract

Setting the speed and torque of the direct current motor can use a single phase controlled rectifier and a PWM (Pulse Width Modulation) technique. In the settings using thyristor controlled rectifier (SCR) to provide gate signals at a certain angle ? ignition. With phase angle control will impact to the shift of angle with voltage current harmonics attached . The Harmonic currents can be eleminier using the strainer (filter) passive or active filter, but this filter has two disadvantages that require additional materials and circuits as well as costs. Losses caused by both of these methods can be overcome by using a rectifier pulse width modulation (PWM). In PWM rectifier, the converter switches to ON and OFF several times in a half cycle. The output voltage is controlled by changing the width of the pulses. The low-order harmonics can be eliminated by choosing the number of pulses per half cycle. By changing the size of a fox - pulse duty cycle is what determines the speed of the motor. The amount of fixed amplitude and pulse frequency, duty cycle, while the amount varies according to the desired speed. From the comparison of the simulation results that the smaller the THD in the PWM rectifier. For 7 volts output voltage, the rectifier THD 31 %, while the 4.71 % PWM rectifier and its input current waveform approaching a sine wave.
Keywords : PWM, MDC, SPWM, harmonic, simulation

Login Dosen