Selamat Datang di Open Journal System (OJS)

Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan.

 

Biltek Vol 14 Tahun 2017

Journal

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

V1440 UJI TORSI MATERIAL STAINLESS STEEL 201 DENGAN PERLAKUAN PANAS DAN TANPA PERLAKUAN PANAS V1440 UJI TORSI MATERIAL STAINLESS STEEL 201 DENGAN PERLAKUAN PANAS DAN TANPA PERLAKUAN PANAS

Date added: 12/12/2017
Date modified: 12/14/2017
Filesize: 520.5 kB
Downloads: 17

Eko Yudha Pratama.Tanjung1), Din Aswan Amran Ritonga2)

1Sekolah Tingggi Teknik Harapan

(1,2)Jurusan Teknik Mesin

E mail : ekoyudha2790@gmail.com

Abstrak

Stainless stell 201 merupakan baja paduan yang mengandung minimal 10,5% Cr. Sedikit baja stainless mengandung lebih dari 30% Cr atau kurang dari 50% Fe. Daya tahan Stainless Steel terhadap oksidasi yang tinggi di udara dalam suhu lingkungan biasanya dicapai karena adanya tambahan minimal 13% (dari berat) Krom. Bahan pada tipe ini ada penambahan unsur molibdenum 2% , 3% sehingga memberikan perlindungan terhadap korosi, bahan ini baik di gunakan pada peralatan yang berhubungan dengan air laut. Penambahan nikel sebesar 12% tetap mempertahankan struktur austenitic.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat- sifat fisik matrial stainless steel 201,Tegangan geser (?), Reganga geser (?), Momen inersia(j), Modulus elastisitas Geser(G), Melakukan perbandingan kekuatan material dengan perlakuan panas dan tanpa perlakuan panas. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mesin uji torsi, display load cell, inverter, rotary encorder, counter, three-jou chuck, motor 1 hp 3 phasa, gear box, kopling, load cell, jangka sorong, mesin gerinda, mesin bubut, furnance. Dari hasil pengujian menghasilkan nilai rata-rata, momen inersia (J) sebelum dipanaskan 6,43×10-10m4 sedangkan sesudah dipanaskan 6,43×10-10m4, tegangan geser sebelum dipanaskan 698,91 MPa sedangkan sesudah dipanaskan 1009,18 MPa, Modulus elastisitas Geser(G) sebelum 301,40 Mpa sedang sesudah dipanaskan 132,50 regangan geser sebelum dipanaskan . Sedangkan sesudah dipanaskan 117,50 mpa. Dari perbandingan diatas untuk tegangan geser material sebelum dipanaskan memiliki teganngan geser yang lebih tinggi 698,91 MPa, untuk modulus elastisitas nilai maksimum terdapat pada material yang sudah dipanaskan dengan nilai 1009,18 MPa, regangan geser maksimum terdapat pada material sebelum dipanaskan dengan 698,91 MPa.

    Kata kunci :Stainless steel 201, heat treatmen, kekuatan puntir,Uji puntir.

 

Abstract

201 stainless steel is an alloy steel containing a minimum of 10.5% Cr. Fewer stainless steel containing more than 30% Cr or less than 50% Fe. Stainless Steel durability against high oxidation in air in the ambient temperature is usually achieved due to the addition of at least 13% (by weight) Krom. In this type of material there is the addition of the element molybdenum 2%, 3%, providing protection against corrosion, the material is either in use on equipment related to seawater. The addition of nickel by 12% while maintaining the structure austenitic.Tujuan of this study was to determine the physical properties of stainless steel matrial 201, shear stress (?), Reganga shear (?), moments of inertia (j), Modulus of elasticity Slide (G) , Conducting comparative strength of the material by heat treatment and without heat treatment. The equipment used in this study is a torsion testing machine, the display load cell, inverters, rotary encorder, counter, three-jou chuck, the motor 1 hp 3 phase, gear box, clutch, load cell, calipers, grinding machines, lathes, furnance. From the test results yield an average value, moment of inertia (J) pre-heated at 6.43 × 10-10m4 while heated after 6.43 × 10-10m4, the shear stress (?) pre-heated is heated 698.91 MPa whereas after 1009, 18 MPa, modulus of elasticity slide (G) prior to being after heated 301.40 132.50 Mpa shear strain (?) before heated 90.50 MPa. Meanwhile, after heated 117.50 mpa. From the above comparison to the shear stress (?) pre-heated material has a higher shear teganngan 698.91 MPa, modulus of elasticity for the maximum value contained in the material that is heated with a value of 1009.18 MPa, maximum shear strain contained in the material before it is heated with 698.91 MPa.

Keywords : Stainless steel 201, heat treatments, the torsional strength, torsional test.

V1439 STUDY EKSPRIMENTAL PENGARUH JUMLAH SUDU TERHADAP EFISIENSI TURBIN PELTON V1439 STUDY EKSPRIMENTAL PENGARUH JUMLAH SUDU TERHADAP EFISIENSI TURBIN PELTON

Date added: 12/06/2017
Date modified: 12/06/2017
Filesize: 258.43 kB
Downloads: 8

Syofyan Riandi, Rahmawaty
Jurusan Teknik Mesin

Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan
Jl. HM. Jhoni No. 70 Medan Telp./Fax. (061) 7366804 – 7368470
Email : Syofyanriandi@gmail.com


Abstrak
Turbin Pelton terdiri dari satu set roda pelton yang diputar oleh pancaran air yang disemprotkan dari satu atau lebih alat yang disebut nosel, sehingga terjadi konversi energi kinetik menjadi energi mekanis. Pengujian ini bertujuan untuk menganalisa unjuk kerja Turbin Pelton Skala Laboratorium dengan variasi jumlah sudu. Variasi jumlah sudu yang digunakan adalah 13 buah dan 16 buah. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi pengujian terhadap sudu 13 buah dengan 16 buah untuk mengetahui karakteristik, daya mekanik , dan efisiensi pada Turbin. Turbin yang diuji dengan satu nosel, dengan jumlah 13 buah dan sudu 16 buah. Dari data pengujiaan diperoleh daya mekanik turbin (Pm) maksimum sebesar 180,8 Watt dengan efisiensi maksimum turbin (?) sebesar 82 % pada jumlah sudu 16 buah. Efisiensi turbin (?) minimum diperoleh pada pengujian dengan menggunakan jumlah sudu 13 buah yaitu sebesar 49% dengan daya mekanik turbin (Pm) sebesar 108,53 Watt. Maka, sudu 16 buah lebih efisien digunakan dari pada sudu 13 buah.
Kata kunci : Turbin Pelton, Sudu, Jumlah Sudu

 

Abstract
Pelton's turbine consists of a set of pelton wheels that are rotated by a sprayed water jet from one or more devices called nozzles, resulting in the conversion of kinetic energy into mechanical energy. This test aims to analyze the performance of Pelton Turbine Scale Laboratory with variation of the number of blades. Variations of the number of blades used are 13 pieces and 16 pieces. The steps undertaken in this study include testing of 13 pieces of blades with 16 pieces to determine the characteristics, mechanical power, and efficiency of the turbine. Turbines were tested with one nozzle, with 13 pieces and 16 pieces of blades. From the test data obtained the maximum mechanical power of turbine (Pm) of 180.8 Watt with maximum efficiency of turbine (?) of 82% at the number of 16 blades. The minimum turbine efficiency (?) is obtained on the test by using the number of 13 blades of 49% with turbine mechanical power (Pm) of 108.53 Watt. Thus, 16 pieces of blades are more efficiently used than the 13 blades.
Keywords : Pelton Turbine, Sudu, Number of Sudu

V1438 PERANCANGAN DAN SIMULASI JARINGAN FRAME RELAY MENGGUNAKAN ROUTING OSPF DENGAN METODE EXTENDED ACCESS LIST V1438 PERANCANGAN DAN SIMULASI JARINGAN FRAME RELAY MENGGUNAKAN ROUTING OSPF DENGAN METODE EXTENDED ACCESS LIST

Date added: 12/05/2017
Date modified: 12/05/2017
Filesize: 417.86 kB
Downloads: 7

Friandeny1, Dra. Herlina Harahap2, Nur Wulan3
1,2,3 Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan Jl. H.M Jhoni No 70 Medan, Indonesia
1fiandeny99@gmail.com


Abstrak
Dalam sebuah jaringan terutama simulasi jaringan WAN yang sudah dikonfigurasi pada protokol frame relay tentu membutuhkan sebuah keamanan jaringan. Access Control List (ACL) merupakan metode keamanan yang tepat untuk komunikasi antar kota. Access Control List (ACL) berperan untuk mengatur hak akses tiap perangkat yang ada di dalam simulasi jaringan tersebut. Access Control List (ACL) dapat menyaring lalu lintas data suatu jaringan dengan mengontrol apakah paket-paket tersebut dilewatkan atau dihentikan. Access Control List (ACL) juga dapat menjamin keamanan untuk setiap komputer sehingga jalur komunikasi serta hak akses setiap komputer dapat terdefinisi dengan jelas. Konfigurasi Access Control List (ACL) dilakukan pada perangkat Cisco Router 1841 yang sudah saling terhubung dengan melakukan routing EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) sehingga dapat mengoptimalkan keamanan pada jaringan WAN.
Kata Kunci : WAN, Frame Relay, Access Control List (ACL), EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol).


Abstract
In a particularly simulated WAN network that is configured on the frame relay protocol would require a network security. Access Control List (ACL) is a security method that is appropriate for communication between cities. Access Control List (ACL) serves to set the permissions for each device that is in the network simulation. Access Control List (ACL) can filter the data traffic of a network by controlling whether packets are passed or stopped. Access Control List (ACL) can also guarantee the security of any computer so that the lines of communication and access rights of each computer can be defined clearly. Configuring Access Control List (ACL) is done on the Cisco 1841 router that is interconnected with the routing of EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) so as to optimize the security of the WAN network.
Keywords : WAN, Frame Relay, Access Control List (ACL), EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol).

V1437 PENGUJIAN KARAKTERISTIK TURBIN PELTON DENGAN SUDU 15 DAN 16  SKALA LABORATORIUM V1437 PENGUJIAN KARAKTERISTIK TURBIN PELTON DENGAN SUDU 15 DAN 16 SKALA LABORATORIUM

Date added: 12/05/2017
Date modified: 12/05/2017
Filesize: 429.41 kB
Downloads: 6

1Muhammad Syawal Al-Azhar Hsb, 2Tugiman
1,2 Jurusan Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan 2017
E-Mail : aalhsb77@gmail.com


ABSTRAK
Turbin Pelton terdiri dari satu set sudu yang diputar oleh pancaran air yang disemprotkan dari satu atau lebih alat yang disebut nosel, sehingga terjadi konversi energi kinetik menjadi energi mekanis. Pengujian ini bertujuan untuk menganalisa unjuk kerja Turbin Pelton Skala Laboratorium. Jumlah sudu yang di gunakan adalah 15 buah dan 16 buah. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini di lakukan pengujian untuk mengetahui karakteristik turbin. Turbin yang diuji memiliki nosel tunggal, dengan ukuran 16 mm. Dari data pengujiaan diperoleh daya mekanik , Efisiensi turbin (?) maksimum diperoleh pada pengujian dengan menggunakan jumlah sudu 15 buah yaitu sebesar 79% dengan daya mekanik turbin (Pm) sebesar 174,23 Watt.
Kata kunci : Turbin Pelton, Nosel, Jumlah sudu.


ABSTRACT
Turbine Pelton consists of a set of blades played by water jets which is sprayed from one or more a tool called a nozzle, resulting in the conversion of kinetic energy into mechanical energy. this test aims to analyze turbine pelton laboratory scale. the number of blades used is 15 pieces and 16 pieces. the steps undertaken in this study testing to determine the characteristics of turbine, turbine tested had single nozzle, with measure 16 mm. data from testing obtained mechanical power. efficiency turbine (?) maximun obtained in the test by using the number of blades 15 pieces that is equal to 79% with turbin mechanical power (Pm) big as 174,23 Watt.
Keywords : Turbine Pelton , Nozzle , The number of blades.

V1436 APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA DAN NILAI SISWA PADA SMK-BM SWASTA ERIA MEDAN BERBASIS ANDROID V1436 APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA DAN NILAI SISWA PADA SMK-BM SWASTA ERIA MEDAN BERBASIS ANDROID

Date added: 12/05/2017
Date modified: 12/05/2017
Filesize: 287.33 kB
Downloads: 8

1 Ria Azrina, 2 Herlina Harahap, 3 Marischa Elveny
Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan
JL. HM. Jhoni No. 70 Medan, Indonesia
riaazrina78@gmail.com


ABSTRAK
Aplikasi Sistem Informasi Pengolahan Data dan Nilai Siswa merupakan suatu sistem yang memberikan informasi laporan siswa yang berupa laporan nilai serta dalam penyimpanan data-data siswa, sehingga membantu dalam mengolah data siswa yang besar secara cepat, tepat, dan efisien. Permasalahan yang terjadi dalam pengolahan nilai di SMK-BM Swasta ERIA Medan saat ini masih bersifat konvensional, yaitu masih ditulis di daftar nilai sehingga membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk memproses data-data tersebut. Aplikasi Sistem Informasi Pengolahan Data dan Nilai Siswa Pada SMK-BM Swasta ERIA Medan dirancang dengan menggunakan Netbeans IDE dan Metode Waterfall sebagai solusi untuk memecahkan masalah dalam hal pengolahan data di sekolah tersebut dan metode waterfall model ini mengusulkan sebuah pendekatan kepada pengembangan software yang sistematik yang mulai dari tingkat kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian dan pemeliharaan.
Kata Kunci: Aplikasi Sistem Informasi, Nilai, Netbeans IDE, Waterfall


ABSTRACT
Application of Data Processing and Information Systems Students value is a system that provides information in the form of student reports and reports the value in the data storage students, thus helping in processing large student data quickly, accurately, and efficiently. Problems that occur in the processing of value in SMK-BM Swasta ERIA the field is still conventional, are still written in the list of values so it takes a lot of time and effort to process such data. Application Information Systems Data Processing and Value Students At SMK BM Medan Private ERIA designed using NetBeans IDE and Waterfall Method as a solution to solve the problem in terms of data processing at the school and waterfall method this model proposes an approach to software development is systematic the start of the level of progress in the whole system analysis, design, code, test and maintenance.
Keywords: Information Systems Applications, Value, NetBeans IDE, Waterfall.

Login Form